Sejarah

Diawali dari bergeraknya Lembaga Pendidikan dan Dakwah (LPD) Al-Huda yang memprioritaskan kegiatannya dibidang Tahfidz Al-Qur’an Al-Karim serta Program Belajar Jarak Jauh (PBJJ). Di tahun 1998, LPD Al-Huda mulai mengembangkan sayapnya,  hingga berdiri cabang-cabang Al-Huda di 25 Kota Jawa Barat dan DKI. Khususnya untuk PBJJ pengembangannya sampai ke 26 Propinsi di seluruh Indonesia.

Paket lain yang dikembangkan oleh Al-Huda adalah Al-Mursyid dan Al-Hidayah. Al-Mursyid merupakan nama suatu paket program yang berisi bimbingan belajar Bahasa Arab jarak jauh. Sedangkan Al-Hidayah adalah nama paket bimbingan belajar jarak jauh yang berisi bimbingan belajar Dienul Islam. Dalam Operasionalnya, Al-Hidayah mampu menjadikan paket Primadona dan mendapat sambutan hangat dari masyarakat hingga ke negeri Sakura  Jepang. Bahkan banyak dari para jamaah yang mengusulkan supaya Al-Hidayah diselenggarakan secara formal dan dilakukan kuliah tatap muka.

LPD Al-Huda berusaha memenuhi aspirasi yang muncul dari jama’ah  dengan diadakannya Tabligh Akbar dan Kuliah Al-Hidayah setiap hari Ahad di berbagai kota besar dimana cabang-cabang LPD Al-Huda berada. Namun hal tersebut tidak bisa memenuhi seluruh animo masyarakat yang demikian besar.

Dalam rangka mempersiapkan kader Islam yang tangguh, selain mengelola pendidikan Jarak Jauh, LPD Al-Huda juga mengelola Pondok Pesantren Pengkajian Al-Qur’an  ADI (Akademi Dakwah Islam) yang berlokasi di Leuwiliang Bogor. Namun, seiring perkembangan, dalam kegiatannya ADI didorong untuk bisa lebih meningkat statusnya karena meskipun mutu santri yang dihasilkan relatif baik dan unggul namun peningkatan mutu terus ditingkatkan.

Dari semua permasalahan yang muncul, kini timbulah suatu pemikiran untuk mengembangkan sebuah lembaga pendidikan formal yang mempunyai legitimasi hukum dan bisa mengayomi seluruh program yang sudah dijalankan. Pemikiran itu kemudian direalisasikan dengan dibentuknya Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Hidayah (STAIA). Dengan adanya STAIA diharapkan kegiatan belajar  bisa tercipta, baik Program Beasiswa Al Hidayah(PBA), Program   Belajar kelas Ekstensi maupun kelas Reguler yang dilaksanakan setiap hari Senin s/d Kamis. Ketiganya berada dalam satu koordinasi, dalam satu naungan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Hidayah  (STAIA).

STAIA berlokasi di Jalan Raya Cimanglid Sukamantri – Bogor dan kampus Dermaga yang berlokasi di jalan raya Dermaga Margajaya Bogor, membuka beberapa Jurusan diantaranya Syari’ah/Al-Ahwal As Syakhsiyah (AS)/ hukum keluarga muslim dan Jurusan Tarbiyah/ Pendidikan Agama Islam (PAI) serta Jurusan Ushuluddin / Tafsir Hadits, kemudian menyusul dibukanya program baru yaitu jurusan Ekonomi Islam. Selain itu, dalam meningkatkan mutu pendidikan  mahasiswanya, STAIA dilengkapi dengan sarana dan prasarana yang diharapkan bisa menunjang, diantaranya sebuah bangunan mesjid sebagai sarana beribadah dan media latihan keagamaan (laboratorium penyiapan mahasiswa) untuk diterjunkan ke tengah-tengah umat, Stasiun Pemancar Radio, Perpustakaan, Lembaga Keuangan (BMT), Koperasi Al Iman, serta dua buah  kampus yang berlokasi  di Sukamantri dan Dermaga Bogor. Semua itu tidak lain hanyalah demi peningkatan kualitas kader Muslim yang bisa membela umat pada setiap lini kehidupan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: